TeknologiMarch 5, 2008 8:43 am
Pada akhir 2008, Rusia akan menjadi pasar internet terbesar kedua di Eropa setelah Jerman. Demikian prediksi berdasarkan survai eMarketer, sebuah lembaga survai online di AS yang dirilis Kamis (7/2). eMarketer memperkirakan pengguna internet di Rusia akan mencapai 40,3 juta atau 28,6 persen dari populasi negara itu. Tingkat penetrasinya akan mendekati 43 persen populasi pada 2012 atau naik 72 persen dari 2007. "Rusia, Polandia, dan negara-negara di Eropa timur lainnya akan menjadi penggerak utama pertumbuhan pengguna internet di Eropa," kata Ben Macklin, analis senior eMarketer. Macklin mengatakan, di tengah meningkatnya kejenuhan pertumbuhan pengguna internet di Belanda dan negara-negara Skandinavia, wilayah selanjutnya yang harus dilihat adalah Eropa timur dan tengah. "Perkembangan telekomunikasi dan pertumbuhan ekonomi di Eropa timur dan tengah akan memastikan terjadinya babak kedua pertumbuhan internet di Eropa dalam beberapa tahun mendatang," katanya. Pada September 2007, comScore World Metrix mencatat penetrasi pengguna internet di Rusia hanya 12 persen. Namun, comScore hanya menghitung pengguna usia diatas 15 tahun, sementera eMarketer memasukkan pengguna usia dari 3 tahun ke atas. Sebuah lembaga opini publik (Public Opinion Foundation) yang bermaskas di Rusia juga mengeluarkan data mengenai penetrasi pengguna internet di negara itu pada akhir 2007. Mereka mengatakan 23 persen dari orang dewasa di Rusia menggunakan internet hampir setiap bulannya. Bagaimana dengan indonesia ya? (ANT/WAH)
TeknologiFebruary 12, 2008 8:38 pm

Pesawat Pengebom Ty-95 buatan Rusia

TeknologiJanuary 27, 2008 12:17 am
Moscow - Salah satu superkomputer paling bertenaga di dunia telah diboyong oleh sebuah universitas di Rusia. Mesin super tersebut adalah superkomputer besutan IBM yang memiliki kemampuan pengolah data dengan kecepatan 27,8 miliar per detik.

Ini adalah kali pertamanya sebuah teknologi super dikirim ke Rusia oleh IBM, perusahaan komputer raksasa asal Amerika Serikat (AS).

"Kesepakatan dengan IBM ini melambangkan sebuah era baru bagi supercomputing di Rusia," tandas Viktor Sadovnichiy, rektor Moscow State University, yang membeli superkomputer tersebut. Pihak Moscow University harus merogoh kocek sebesar USD 5 juta untuk membeli dua superkomputer, yang memiliki kecepatan 2.600 kali lebih cepat dari PC tercepat pada umumnya.

Menurut IBM, superkomputer yang dijual ke Rusia itu telah mendapat lisensi ekspor dari AS asalkan cuma untuk kepentingan penelitian saja.

Meski diklaim IBM, superkomputer tersebut masuk dalam jajaran 50 besar dunia, namun yang nomor satu tetap saja Blue Gene, superkomputer milik Departemen Energi AS yang dipakai untuk memantau persediaan senjata nuklir.

Versi Blue Gene yang digunakan pemerintah AS hampir 20 kali lebih bertenaga daripada superkomputer yang dibeli Moscow.