PendikanMarch 17, 2009 6:44 pm
Universitas Indonesia dan Saint Petersburg State Polytechnical University of Russia menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan.

"Penandatanganan MoU ini menandai dimulainya berbagai program kerja sama pendidikan seperti pertukaran pelajar, pengembangan riset, program penelitian bersama, dan peningkatan kapasitas pendidikan sains dan teknologi UI," kata Wakil Kepala Humas UI Devie Rahmawati di Depok, Rabu (14/1).

Ia mengatakan, Rusia sejak lama dikenal sebagai negara ‘produsen’ kaum intelektual dunia. Banyak sudah lahir para pemenang hadiah Nobel dari negara tersebut. St Petersburg State Polytcehnical University of Russia yang berdiri sejak 1899 dengan tradisi akademik yang kuat, merupakan tanah asal para ilmuwan terbaik dunia.

Sebut saja DI Mendeleyev yang mengukir sejarah dunia dengan menyusun unsur-unsur kimia berdasarkan massa molekul relatifnya dalam bentuk tabel unsur, yang mirip dengan yang kita jumpai saat ini. Dalam susunan tersebut, ia mampu menyuguhkan suatu keteraturan yang kita kenal dengan teori oktet, di mana sifat-sifat kimia suatu unsur berulang setiap 8 unsur.

Tidak hanya itu, Stephen P Timoshenko tentunya tidak asing lagi bagi mahasiswa teknik di Indonesia yang dikenal melalui buku dan kontribusinya pada ilmu kekuatan bahan. Timoshenko termasuk salah seorang guru besar di St Petersburg Polytechnic University pada awal 1900-an.

Sederet nama peraih Nobel NN Semyonov (Nobel Kimia, 1956), PL Kapitsa (Nobel Fisika, 1978), dan Zh I Alferov (Nobel Fisika 2000) juga merupakan akademisi yang mengabdikan dirinya di St Petersburg State Polytechnical University of Russia untuk menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi umat manusia.

Devie mengatakan, UI sebagai universitas tertua di Indonesia (berdiri 2 Januari 1849), juga memiliki seorang peraih Nobel bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1920 yaitu Christiaan Eijkman melalui penemuan vitamin B1 untuk mencegah terjangkitnya penyakit beri-beri.

Penemuan oleh ilmuwan yang namanya diabadikan sebagai nama lembaga penelitian ini merupakan salah satu penemuan yang berguna bagi peradaban umat manusia. 
Kerja sama yang dirintis oleh dua universitas dengan tradisi akademik yang panjang ini diharapkan mampu memenuhi kerinduan akan lahirnya kembali penemu-penemu kelas dunia oleh Indonesia.

UI sendiri, jelasnya, dalam bidang alam dan teknologi, akan melakukan fokus riset pada upaya pengembangan energi baru dan terbarukan, teknologi kelautan, biomedical engineering, intelligence multimedia and information processing, nano technology, information communication technology (ICT), serta particle and nuclear physics.

Rusia, Pendikan 6:43 pm
Pemerintah, dalam hal ini Kedubes RI di Rusia, mendorong mahasiswa dan dosen Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan belajar di Rusia. Saat ini ada dua jalur yang bisa dipakai yakni beasiswa dari Pusat Kebudayaan Rusia (PKR) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti).

Hal itu dikatakan Wakil Dubes RI, A Agus Sriyono, dalam konferensi pers di Bakoel Koffie, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Selasa (20/1).

"Inilah momentum untuk mendekatkan kembali hubungan RI-Rusia, terutama dalam hal pendidikan," tuturnya.

Kerja sama ini, dikatakan Agus, dimulai dari pembentukan joint selection committee dari kedua belah pihak dan penandatanganan MoU antara Universitas Politeknik St Petersburg dengan beberapa universitas, seperti UI, ITB, dan Universitas Hasanuddin. "Sebagai wakil dari Rusia 7 profesor di masing-masing bidang untuk menandatangani MoU pada 14 Januari dengan UI dan ITB. Kalau hari ini penandatanganan dengan Universitas Hasanuddin," ujar Agus.

Dikatakan Penanggungjawab Penerangan Sosial Budaya KBRI di Moskwa, M Aji Surya, tantangan terbesar dalam kerja sama ini untuk mengomunikasikan kepada masyarakat bahwa Rusia itu bukan lagi negara komunis seperti dulu.

"Sebelum tahun 1965 itu ada sekitar 30.000 mahasiswa, sedangkan dari 1965-1988 tak ada sama sekali mahasiswa yang belajar di Rusia, maka kita dorong bagi dunia perguruan tinggi untuk dapat berpartisipasi," kata Aji.

Beasiswa dari PKR tersedia 35 lowongan untuk masing-masing program S-1, S-2, dan S-3 setiap tahunnya. "Pendaftaran untuk beasiswa Dikti sudah dimulai dari sekarang untuk tahun ajaran September-Oktober, sedangkan beasiswa dari PKR untuk Februari baru dimulai untuk tahun ajaran yang sama," kata Aji.

Fasilitas bagi penerima beasiswa dari PKR akan ditanggung biaya pendidikan dan akomodasinya serta mendapat uang saku sekadarnya. Sementara beasiswa dari Dirjen Dikti mendapat fasilitas gratis biaya SPP, akomodasi, transportasi, biaya administrasi buku, dan biaya hidup selama di Rusia.

PendikanMay 11, 2007 10:57 pm

Sesuaidengan Keputusan Pemerintah Federasi Rusia tentang Penerimaan Mahasiswa Asing pada perguruan tinggi Rusia, maka pada tahun ajaran 2007/2008 bagi warga negara Republik Indonesia dicadangkan 25 beasiswa negara, di antaranya 20 untuk mengikuti program studi S-1 dan S-2 dan 5 lagi untuk program studi S-3 (tingkat Ph.D.), Doktorantura (Post Doctoral) dan Penelitian/Pelatihan.

Penerimaan untuk jurusan tertentu di bawah ini terbatas:

  • Jurusan Ilmu Hukum tidak lebih dari 1 orang
  • Jurusan Ilmu Politik tidak lebih dari 1 orang
  • Jurusan Kedokteran tidak lebih dari 2 orang.

Penerimaan mahasiswa asing untuk jurusan di bawah ini:

  • Jurusan Ilmu Hubungan Internasional
  • Jurusan Seni dan Budaya

hanya bisa dilakukan atas biaya pemohon sendiri  (atas dasar kontrak dengan perguruan tinggi Rusia tertentu).  

Pengajaran dan pelajaran diselenggarakan dalam bahasa Rusia. Selama satu tahun semua penerima beasiswa program studi S-1 dan S-2 akan mempelajari bahasa Rusia dan mata pelajaran yang sesuai dengan jurusannya di fakultas persiapan. Penerima beasiswa program studi S-3, Doktorantura dan pelatihan/training akan mempelajari bahasa Rusia selama proses belajar.

Para calon untuk belajar di Rusia harus memiliki ijazah SMU yang setaraf dengan ijazah SMU Rusia dengan nilai untuk mata pelajaran pokok tidak lebih rendah dari 80% tingkat maksimalnya (nilai rata-rata 8.0). Untuk mata pelajaran lainnya harus bernilai baik (tidak ada angka merah).

Kurun waktu antara tamat SMU atau badan pendidikan pra-perguruan tinggi lainnya dan saat pendaftaran untuk menerima beasiswa  Rusia harus tidak melampaui 3 tahun. Usia para calon untuk S-1 hendaknya tidak lebih dari 25 tahun dan S-2 tidak lebih dari 30 tahun.

Untuk pendidikan S-3 diterima calon yang berpendidikan tinggi setingkat M.Sc./M.A., mempunyai pengalaman kerja yang sesuai dengan spesialisasinya dan usia hendaknya tidak melampaui 35 tahun.

Kepada para warga negara Indonesia yang menerima beasiswa, pemerintah Rusia menjamin:

  • pembayaran beasiswa sebesar yang diberikan kepada para mahasiswa Rusia dari program studi bersangkutan (untuk bulan Desember 2005 mahasiswa S-1 dan S-2 menerima 600 rubel atau sekitar 20 USD perbulan, sedangkan S-3 menerima 1500 rubel atau sekitar 50 USD perbulan);
  • akomodasi di asrama dengan ongkos sewa yang sama yang diberikan kepada para siswa Rusia;
  • ongkos perawatan medis berdasarkan undang-undang Federasi Rusia (penerima beasiswa  harus mempunyai uang kurang-lebih 200 dollar AS untuk biaya asuransi kesehatan per tahun).

Sesuai dengan rekomendasi Kementerian Pendidikan Rusia, warga negara asing - penerima beasiswa harus mempunyai uang saku sendiri per bulan sekitar 150 dollar AS.

Penerima beasiswa harus mempunyai 150 dollar AS untuk transportasi dari Moskwa ke tempat belajar, dan registrasi paspor. Selain itu penerima beasiswa harus mempunyai pakaian yang cocok untuk musim gugur dan musim dingin.

Ongkos perjalanan pulang-pergi bagi para mahasiswa dalam berbagai hal (liburan, diberhentikan dari perguruan tinggi karena gagal studi atau sebab-sebab lain, jatuh sakit, meninggal dunia dll.) ditanggung sepenuhnya oleh pihak Indonesia (penerima beasiswa atau keluarganya, atau sponsor Indonesia-nya atau instansi Indonesia yang merekomendasikan calon penerima beasiswa tsb.).

Surat-surat lamaran para calon tersebut harus diajukan ke Bagian Kebudayaan Kedutaan Besar Federasi Rusia – Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia (Jl. Diponegoro 12, Menteng, Jakarta Pusat, telp./fax: 31935 290) sebelum tanggal 15April 2007.

Seluruh Berkas lamaran calon penerima beasiswa atas beban Pemerintah Federasi Rusia harus berisi antara lain:

1. Application Form dalam Bahasa Inggris

2. Fotokopi ijazah/sertifikat dari tingkat pendidikan yang bersangkutan beserta transkrip nilainya dan terjemahannya dalam Bahasa Inggris yang telah dilegalisir oleh Notaris;

3. Surat keterangan bahwa calon telah mengikuti tes kesehatan dan tidak mempunyai hambatan dalam menghadapi iklim Rusia dalam Bahasa Inggris dan telah dilegalisir oleh Instansi yang berwenang;

4. Surat keterangan bebas HIV/AIDS yang telah dilegalisir oleh Instansi yang berwenang;

5. Fotokopi Akta Kelahiran  dan terjemahannya dalam Bahasa Inggris yang telah dilegalisir oleh Notaris;

6. Fotokopi lembar pertama Paspor RI untuk keperluan pembuatan undangan (invitation) yang memuat data-data calon penerima beasiswa (Nomor Paspor dengan masa berlaku, minimal 1,5 sejak tanggal yang bersangkutan tiba di Rusia).

7. Sepuluh lembar pasfoto ukuran 4 x 6 cm.

Untuk pelamar Jenjang S-3 sekaligus harus melampirkan daftar judul publikasinya (jikalau ada) dan referat singkat (proposal singkat) maksimal 2 halaman tentang tema penelitian ilmiah untuk studi S-3-nya rangkap 2 (dalam bahasa Indonesia dan Inggris).  Bagi lulusan perguruan tinggi Rusia harus membuat proposal dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Rusia.

Semua dokumen dibuat dalam rangkap 2 (dua).

Penerima beasiswa S-1 dan S-2 harus sudah berada di Rusia terhitung sejak tanggal 1 s/d 15 September 2007, penerima beasiswa untuk S-3 dan  pelatihan/training – sebelum tanggal 1 Desember 2007.

Kedutaaan Besar Federasi Rusia menilai program beasiswa untuk WNI sebagai langkah kongkrit bagi perkembangan persahabatan antara Rusia dan Indonesia dan berminat bekerja sama secara erat dengan badan-badan Indonesia yang bersangkutan dalam seleksi calon-calon penerima beasiswa Pemerintah Rusia.

Lampiran:

  • Application Form
  • The List of Higher Professional Education Specialities’ Codes
  • Nomenclature of Specialities of Scientific Staff

NB: Informasi lebih lanjut bias didapatkan di Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Jl. Diponegoro 12, Menteng Jakarta Pusat. Telpon. (021) 31935290.

 

PendikanDecember 21, 2006 8:15 pm

Terima kasih sebelumnya kami ucapkan karena website kami sangat diresponi oleh semua pihak. Setelah banyak mendapat pertanyaan baik itu di Blog ini maupun pada mailing List Beasiswa Rusia http://groups.yahoo.com/group/beasiswarusia/ maka dengan ini kami mau menyampaikan bahwa syarat-syarat untuk memperoleh beasiswa Sekolah di Rusia dapat di lihat di alamat berikut ini :  http://www.indonesia.mid.ru/pusat_ind_1.html Pada alamat website tersebut anda dapat melihat semua informasi yang terkait dengan permohonan calaon beasiswa sekolah di Rusia.

PendikanDecember 6, 2006 3:32 pm

Mahasiswa dari seluruh dunia, pada saat kuliah di Negara Rusia, ditempatkan di Asrama. Gambaran tentang asrama yang ada di Rusia terutama di Saint Peterburg dapat anda lihat seperti gambar-gambar berikut ini. Mengapa kami sengaja memaparkan tentang keadaan asrama disini ? Hal ini dibuat karena ada beberapa kasus yang terjadi di Provinsi Maluku yang sempat membuat beberapa anak-anak Maluku sempat tersendat ketika meminta bantuan beasiswa dari Pemda. Banyak berita yang telah tersiar ke Pemda terutama kepada Salah Satu Mantan Pejabat Di Pemerintah daerah Maluku, yang menyatakan bahwa "Negara rusia tidak bagus untuk tempat Sekolah, Asramanya Jelek, sampai ada berita bahwa Anak Indonesia Sekolah Disana Kurus-kurus seperti kekurangan Gizi" Pada dasarnya tujuan kami sekolah ke Rusia yaitu karna kami semua menyadari bahwa RUSIA adalah salah satu negara Super Power Di Dunia. Bagaimana bisa Negara yang begitu besar tingakat pendidikannya rendah sehingga ada indikasi untuk mengdiskreditkan negara Rusia. Mungkin banyak pihak di Maluku belum merasakan begitu hebat Teknologi di Rusia. Negara yang mempunyai Stasiun Luar Angkasa MIIR, Yang sangat kuat dengan Ilmu Dasar terutama di bidang Teknik.

Rata-rata keadaan asrama di Rusia yaitu ada yang sekamar ber-3 atau yang Sekamar Ber-2. Itu untuk mahasiwa S1 maupun S2. Sedangkan untuk yang S3 rata-rata menempati kamar sendiri-sendiri. Untuk itu tergantung dari kita masing-masing bagaimana menyesuaikan diri dengan rekan-rekan mahasiswa dari seluruh dunia. Memang kemarin ada mahasiswa asal maluku yang pulang karena tidak betah tinggal di asrama, hal ini perlu disikapi oleh kita karena Apabila kita berniat untuk sekolah ke negara orang maka kita harus berkomitmen dengan apa yang akan terjadi baik itu adat serta istiadat yang dilakukan di negara tersebut. Dari omongan-omongan tersebut janganlah dijadikan sebagai parameter untuk menghakimi bahwa di Rusia tidak bagus untuk dijadikan sebagai tempat Belajar.

Mungkin ini adalah sebagian gambaran tentang keadaan asrama di rusia yang ditempati oleh salah satu anak maluku yang sekolah dirusia. Kiranya dari gambaran ini dapat membuka pikiran kita semua tentang keadaan asrama serta Sekolah di Negara Rusia.

 

 

 

 

PendikanDecember 1, 2006 5:20 pm

Saint Petersburg Electrotechnical University “LETI” yang lebih dikenal dengan Nama LETI merupakan salah satu Universitas yang tertua di Rusia. Universitas ini mempunyai Spesifikasi ke bidang Eloktronikal dan Komputerisasi. “LETI”berdiri semenjak tahun 1886 dengan nama Engineering College of the Department of Post and Telegraph of Russia. Jurusan/Fakultas yang terdapat pada LETI University adalah sebagai berikut :

  1.  The Faculty of Electrical Engineering and Automatics
  2.  The Faculty of Electronics
  3.  The Faculty of Economics and Management
  4.  The Faculty of Computing Technologies and Informatics
  5.  The Faculty of Instrumentation, Biomedical and Ecological Engineering
  6.  The Faculty of Radio Engineering and Telecommunications
  7.  The Faculty of Humanities

Pada "LETI" University terdapat 3 Anak Indonesia yang kuliah di LETI University dan 2 diantaranya yaitu Anak Maluku yang kuliah pada "LETI" University. Kedua Anak Maluku tersebut yaitu :

  1. Maurits Wattimena,S.Kom, Dosen Politeknik Negeri Ambon, dan Sedang mengambil program Magister pada Faculty of Computing Technologies and Informatics, Jurusan Computers, complexes, systems and networks
  2. Yolanda Hitipeuw, Sedang mengambil S1 pada Faculty of Computing Technologies and Informatics

Untuk informasi yang selengkapnya tentang Sekolah di Saint Petersburg Electrotechnical University “LETI” dapat di lihat di http://www.eltech.ru

PendikanNovember 29, 2006 1:43 pm

RusiaSekolah di Rusia ibarat pepatah "Dream Come True". Banyak anak Maluku yang ingin sekolah diluar negeri, termasuk dirusia, tapi perjuangan untuk membangun Maluku harus di mulai dari sekarang