BudayaMarch 22, 2009 9:12 pm
Moskow - Pelancong Rusia ke Indonesia tahun lalu mencapai 65.400 orang, terutama untuk destinasi Bali. Untuk 2009 ini ditargetkan naik menjadi 90.000 orang.

Hal itu disampaikan Dirjen Pemasaran Depbudpar Dr. Sapta Nirwandar di sela-sela Moskow International Travel and Tourism (MITT), yang berlangsung selama tiga hari (18-21/3/2009).

Sapta mendasarkan proyeksi kenaikan itu pada fakta kunjungan pelancong Rusia yang naik 39% menjadi 65.400 (2008) dari angka tahun sebelumnya sebesar 25.506 orang (2007). Sebuah proyeksi cukup konservatif. "Kalau saya yakin 100 ribu orang bisa tercapai," sergah Dubes Hamid Awaludin dengan mimik serius.

Untuk mencapai target tersebut, Depbudpar dan KBRI Moskow bersepakat untuk mengambil langkah-langkah bersama. Yang sudah berjalan antara lain memfasilitasi promosi dengan swasta Indonesia ke tiga pameran pariwisata di Rusia, yakni Moskow International Travel and Tourism (MITT), Intour Market dan Otdick Leisure.

Disepakati juga untuk menyelenggarakan dua kali familirization trip bagi travel writers dan tour operators asal Rusia. Sedangkan KBRI akan memberikan dukungan domestik yang memadai sambil terus menggencarkan publikasi serta pendekatan dengan berbagai kalangan.

Di samping itu Budpar juga akan mendukung berbagai pertunjukan seni budaya Indonesia di Rusia sepanjang tahun ini, penyediaan dosen karawitan serta mencetak publikasi berselera Rusia.

"Kita fokus ke Rusia karena potensinya sangat besar dan belum tergali sepenuhnya,” tandas Sapta.

60 Tahun RI-Rusia

Sementara itu Dubes Hamid Awaludin telah mencanangkan bahwa untuk 2010 pihaknya akan menggelar publikasi dan pertunjukan seni budaya secara masif. Rencana kegiatan KBRI Moskow ini akan mendapatkan dukungan penuh Budpar dan pemerintah Rusia. 

"Ini merupakan momentum tepat, karena bertepatan dengan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia," terang Dubes. 

Terkait hal sama, Kedubes Rusia tahun ini di Jakarta juga telah melakukan beragam kegiatan seni budaya Rusia, yang difokuskan di Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

Menurut Korfungsi Pensosbud M. Aji Surya, beberapa acara besar yang sudah digelar KBRI Moskow dalam tiga bulan terakhir antara lain pementasan Kresna Duta di Moskow, dua penampilan tari-tarian Solo di Saint Petersburg dan pertemuan antara tour operator Rusia dan Indonesia. 

"Dalam waktu dekat kalangan travel Indonesia juga akan didatangkan untuk mengikuti Intour Market dan KBRI akan menggelar Food Festival," demikian Aji.(es/es)

BudayaNovember 6, 2008 10:21 pm

Banyak yang mengira bahwa Rusia yang merupakan bekas Negara Komunis tidak mempercayai adanya Tuhan/Ateis. Mungkin stigma tersebut sudah melekat di kita semua. Untuk lebih jelasnya bahwa struktur penduduk Rusia yaitu 63 % memeluk agama Kristen Ortodok Rusia, 6 % Muslim dan 1% memeluk agama Budha, Katolik, Protestan dan Yahudi.

Tulisan kali ini akan memuat beberapa Rumah Ibadah yang sering digunakan oleh warga Rusia maupun warga asing yang menetap di rusia. Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang Mesjid di Kota Saint Petersburg.

Mesjid ini terletak di kota Saint Petersbug dan merupakan mesjid yang terbesar di kota ini. Letaknya di Stasiun Metro Gorskovskaya. Mesjid ini digunakan oleh penduduk Rusia yang beragama muslim maupun pendatang untuk melakukan kegiatan keagamannya setiap hari Jumat maupun pada acara-acara kebesaran keagamaan muslim di Rusia. Sekilas mesjid ini sangat identik dengan ornamen-ornamen rusia.

Adapun sejarah mesjid ini sangat melekat dengan Indonesia karena ditempat inilah Presiden Indonesia Ir. Soekarno sampai Susilo Bambang Yudhoyono pernah ke mengunjungi mesjid ini.

Sambil mengingat pepatah orang Rusia,Untuk Mengenal Kami, Anda Harus Berfikir Seperti Pikiran Kami”


Semoga Informasi ini bisa membuka cakrawala informasi tentang Negara Rusia.