RusiaOctober 31, 2008 10:03 pm
The Conference is devoted to the 150 Anniversary of Alexander Popov

The IEEE Region 8 Conference EUROCON has very famous history. The first Eurocon was in 1971 in Lausanne, Switzerland. Then after 12 years brake new renovated biennale

EUROCON started in 2001:
EUROCON2001: July 2001, Bratislava, Slovakia
EUROCON2003: September 2003, Ljubljana, Slovenia
EUROCON2005: November 2005, Belgrade, Serbia & Montenegro
EUROCON2007: September 2007, Warsaw, Poland

The next forthcoming EUROCON2009 will take place in St. Petersburg, Russia. This time it will be devoted to the 150 anniversary of Alexander Popov, which was the first to openly demonstrate radio signals transmitting and receiving on May 7, 1895. The Conference venue will be Saint Petersburg Electrotechnical University “LETI” which was fortunate to have Alexander Popov as the first elected Director. However Alexander Popov contributed also to other areas of electrophysics and electromechanics. Hence our Eurocon2009 topics represent all modern trends and directions in the field of Electrical Engineering including historical and educational aspects.

Catatan:
Kebetulan acaranya di adakan di kampus LETI (Leninggrad Elektrotechiceski Institute) tempat kuliahnya si-MAURITS WATTIMENA, dan Figur Alexander POPOV sangat besar berpengaruh di Rusia terutama di Kampus LETI, karna dialah produk LETI dan menghabiskan seluruh hidupnya mengabdi di LETI. Dunia mengetahui bahwa Penemu Radio yaitu Marconi, tapi sebelum Marconi menemukan Radio, Alexander POPOV sudah melakukan percobaan tersebut, tapi tidak pernah dipatenkan sehingga dunia lebih mengenal Marconi daripada Alexander POPOV. Dunia boleh mengetahui Marconi penemu Radio, tapi buat Rusia maupun Kampus LETI, hanya ada seorang dan yang pertama melakukan percobaan tersebut, hanya seorang ALEXANDER POPOV

RusiaOctober 7, 2008 11:04 am
Tertegun Rasanya setelah mendengar dan membaca Berita yang di muat di www.detik.com. Tentang "Rencana Plesiran anggota DPR RI ke luar negeri" Rencana Boikot yang akan dilakukan oleh PPI belanda serta seruan untuk seluruh PPI di eropa. Mungkin lebih lengkapnya isi berita tersebut bisa di baca di bawah ini sebelum menjawab pertanyaan yang akan dilontarkan..?

Den Haag - PPI Belanda menyerukan boikot plesiran anggota DPR RI ke luar negeri. Bila masih tebal muka, diserukan agar PPI negara tujuan beraksi dan mahasiswa di Jakarta mencegat mereka di Bandara Soekarno-Hatta.

Demikian pernyataan sikap Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda yang dikirim Sekjen Presidium (sebelumnya tertulis Ketua) Yohanes Widodo kepada detikcom Selasa (7/10/2008) pagi.

Dalam pernyataan sikap berisi lima butir dan diteken di Den Haag (4/10/2008) itu PPI Belanda menyatakan memboikot dan menolak kunjungan anggota DPR RI yang melakukan aji mumpung plesiran ke luar negeri dengan kamuflase studi banding.

Penolakan tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa DPR tidak memiliki sense of crisis di tengah kemiskinan dan hutang Indonesia yang masih banyak, sehingga seharusnya keuangan negara digunakan secara hemat, tepat guna dan berdaya guna.

Kedua, jika sekedar studi banding dan pengumpulan data, maka tugas itu bisa dilakukan dan diwakilkan kepada para mahasiswa Indonesia yang berada di negara yang akan dikunjungi, berkoordinasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Selain itu jika tujuannya untuk belajar, maka bisa dilakukan dengan cara mengundang pejabat Bank Sentral Jerman ke Indonesia.

Ketiga, PPI Belanda menyerukan para mahasiswa di Jakarta untuk menahan keberangkatan rombongan anggota DPR di Bandara.

Keempat, menyerukan para mahasiswa di Jerman untuk memboikot dan menolak kedatangan rombongan anggota DPR tersebut.

Kelima, kegiatan plesiran anggota DPR yang dibungkus sebagai studi banding, menunjukkan bahwa anggota DPR sangat bebal dan kebal terhadap kritik dan lagi-lagi menunjukkan perilaku memalukan.

Disebutkan bahwa pernyataan sikap tersebut dikeluarkan PPI Belanda setelah mencermati dan memperhatikan pemberitaan detikcom edisi Kamis (25/09/2008) dan Jumat (26/09/2008) tentang rencana plesiran anggota DPR ke Eropa dengan rute Jakarta, Frankfurt, Berlin, Milan, Jakarta.(es/es)

Salut rasanya melihat Generasi muda yang Kritis dan bisa mencermati segala yang terjadi di negeri kita. Pertanyaannya, Apakah semua PPI bisa melakukan hal tersebut terutama di negara yang saya Tinggal ini Apabila rutenya bisa mampir kesini ?

Semoga apa yang dilakukan oleh PPI Belanda bisa menjadi INSIRASI buat kita semua..

Yang MUDA yang Berkarya
Terbanglah Rajawaliku..