RusiaMay 29, 2008 10:12 am

Bangsa Yang Besar adalah Bangsa Yang selalu mengingat Sejarahnya. Betapun Pahitnya sejarah itu tapi itu adalah merupakan penggalan yang tidak akan dilupakan. Arti sebuah Kemenangan buat Masyarakat Saint peterburg tidak bisa dilupakan.

Blokade LENINGGRAD selama 300 hari lamanya yang dilakukan oleh tentara NAZI masih membekas di hati masyarakat Peterburg. Saksi sejarah menceritakan begitu susahnya dikepung dari segala penjuru sehingga hanya bisa bertahan denganjatah makanan yang ditakar. Tapi dengan semangat pantang menyerah pasukan NAZI bisa ditaklukan dan merupakan awal dari kemenangan-kemenganan Rusia atas tentara NAZI.

Sampai dimanapun sejarah tidak akan pernah dihapus, sampai dimanapun orang akan selalu mengingat sejarah tersebut. Wajar apabila banyak yang emosional mengingat hal itu. Kultur dan semangat Masyarakat Peterburg yang sangat kuat merupakan Pondasi didalam membangun negara Rusia. Pertanyaannya “Apakah Bangsa Kita masih Memiliki sikap yang sangat menghormati sejarah walaupun itu sangat kelam ?” Hanya Waktu yang Bisa Menjawabnya ????

OpiniMay 13, 2008 3:09 pm
Ada artikel penting yang saya ambil dari suatu Koran bertiras besar di Republik Indonesia. Semoga artikel ini dapat menjadi renungan bagi kita semua

Kemajuan suatu bangsa tidak ditentukan dari seberapa kaya sumber daya alamnya, tetapi mutu sumber daya manusianya. Pengembangan mutu sumber daya manusia tidak lain melalui pendidikan. Demikian, antara lain, disebut mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada wisuda sarjana Universitas Pancasila di Jakarta, Sabtu (10/5).

Atas kesadaran akan pendidikan, Malaysia, yang pada tahun 1960-an banyak mengirim guru dan pelajarnya ke Indonesia untuk belajar, mengalokasikan 25 persen anggaran belanja negara bagi sektor pendidikan. “Mereka yang sadar peranan pendidikan dan fokus pada bidang-bidang penting bagi kemajuan bangsa lambat laun akan menjadi bangsa maju,” kata Mahathir yang ditemani istrinya, Siti Hasmah binti Haji Mohamad Ali, dan didampingi Siswono Yudo Husodo, Ketua Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila.

Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh suatu bangsa menentukan keunggulan budaya dan masa depan negara. Pengabaian pendidikan berbuah kemunduran dan kegagalan.Menjelang berakhirnya pemerintahan Mahathir, Malaysia mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika dalam bahasa Inggris sebab kedua ilmu itu lebih efektif bila dipelajari dalam bahasa tersebut.

Beberapa negara Asia, yaitu Jepang, Korea, dan China, tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang diperhitungkan dunia produknya ditiru. Menurut dia, bangsa mana pun berpeluang maju berdasarkan mutu pendidikan. “Banyak cerdik pandai Malaysia dan Indonesia sumbang kejayaan negara-negara maju,” ujarnya.