RusiaApril 23, 2008 8:33 am

Национальная кухня (Masakan nasional) adalah salah satu program yang diadakan oleh Politeknik Saint Peterburg Rusia dengan maksud untuk memperkenalkan dan memperagakan masakan tradisional dari masing-masing negara sehingga kita dapat mengetahui adat serta budaya dari setiap negara dari mahasiswa yang sedang studi di rusia

Pada kesempatan kali ini tema yang diambil yaitu Masakan Indonesia. Demo masak ini diperagakan oleh “Hendrik Lopulalang” dan dibantu oleh mahasiswa mahasiswa Indonesia lainnya serta diikuti oleh mahasiswa asing yang sedang studi di rusia. Pada kesempaan kali ini Menu masakan yang diperagakan khas Masakan Indonesia yaitu “SOTO AYAM” dan “LONTONG AYAM”. Animo peserta untuk mengikuti acara ini sangat luar biasa, ditandai dengan beberapa mahasiswa dari Amerika latin,, Vietnam, Thailand, Cina, Afrika dan tentunya dari Rusia.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Politeknik Saint Petersburg dibidang kemahasiswaan karna ini merupakan event resmi bulanan dari Politeknik. Disamping acara masak memasak tersebut pada kesempatan itu juga ada presentasi tentang Negara Indonesia yang dibawakan oleh "Theodorus Suppa", dan Kelompok “AMBONESS” diminta kembali untuk membawakan beberapa buah lagu Indonesia yang ingin didengar oleh peserta.

Keterangan : Gambar kegiatan acara Национальная кухня dapat dilihat di Gallery Foto

Rusia 8:00 am
Sistem METUK: Arti Pentingnya Suatu Keputusan Yang Berkualitas Di Masa Ekonomi Transisi Rusia.
Oleh :
Greno Louis Tupamahu
Mahasiswa Program Pascasarjana Saint Petersburg State Polytechnical University Russia
Alasan utama seluruh masalah yang menimpa Rusia adalah rendahnya kualitas persiapan calon-calon pengambil keputusan dalam bidang ekonomi, manajemen dan hukum pada awal tahun 1990, yang mana Rusia pada saat itu mencoba berlari secepat mungkin untuk meninggalkan sistem ekonomi terencana (planned economy) pada jaman Uni soviet menuju ke sistem ekonomi pasar. Rusia saat itu tanpa ragu mendengarkan seluruh nasihat dari pakar-pakar ekonomi barat, terutama IMF dan Bank Dunia, terlebih lagi ketika mereka menjanjikan perubahan ekonomi yang cepat kearah yang lebih baik pasca krisis.

Reformator-reformator Rusia jatuh ke euphoria dari teori-teori barat akan hubungan perdagangan antar negara, yang tersirat pada resep IMF ketika mengikat Rusia dengan “Konsensus Washington”. Inti dari “konsensus” tersebut tertuju pada 3 dalil sederhana: liberalisasi, privatisasi dan stabilitasi melalui suatu perencanaan yang formal dan ketat terhadap uang yang beredar. Dengan “Konsensus Washington” fungsi dan peran pemerintah Rusia menjadi sangat terbatas, dan boleh dikatakan bahwa secara financial Rusia mulai diatur oleh IMF. Berterima kasih kepada IMF, kenaikan harga barang yang menurut prediksi mereka meningkat sebesar 3 kali namun pada kenyataaannya harga barang naik sekitar 1000 kali, prediksi nilai tukar rubel terhadap dolar melemah sebesar 2,5 kali namun pada kenyataannya rubel jatuh hingga 250 kali. Produktivitas kerja yang diramalkan akan naik, malah turun menjadi 37%.

Dalam propaganda “konsensus washington” telah memakan begitu besar dana dalam penerbitan buku-buku, penyelenggaraan beberapa seminar dan konferensi international, pelatihan-pelatihan bagi manajer-manajer di luar negeri dan lain-lain. Akan tetapi, hasilnya sangat jauh dari yang ditargetkan. Hal ini dikarenakan literatur-literatur asing (eropa maupun amerika) untuk bidang ekonomi, pemasaran dan manajemen ditulis berdasarkan kondisi-kondisi ekonomi pasar dan sama sekali tidak dapat diadaptasikan secara langsung kepada kondisi ekonomi Rusia sekarang. Literatur-literatur asing memiliki karakter yang informatif dan deskriptif tetapi tidak memberi jawaban terhadap pertanyaan “kenapa”, “bagaimana”, “apa yang akan dihasilkan”. Mempelajari pengalaman negara-negara maju dalam hal mengatur ekonomi, mengorganisir pemasaran dan menjalankan fungsi kontrol, memang berguna untuk para mahasiswa, manajer dan spesialis(insinyur) Rusia. Selama mengingat bahwa pengalaman-pengalaman tersebut memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang mudah dan simpel ”apa”, “dimana”, “siapa” , “kapan” dari seluruh sejarah manajemen dunia dalam kurun waktu 10 sampai 20 tahun lamanya dan sama sekali tidak berorientasi pada masa depan Rusia yang tidak stabil maupun terhadap rumitnya perencanaan pembangunan itu sendiri.

Rusia telah sadar akan hal ini, mereka tahu bahwa dalam waktu yang sesegera mungkin mereka harus memperbaiki persiapan dan pelatihan kader-kader dalam bidang ekonomi, manajemen dan hukum agar kader-kader ini lebih siap menghadapi keadaan ekonomi transisi Rusia yang tidak stabil dan dengan jeli dapat menghindari keputusan-keputusan yang tidak tepat. Salah satu dari keputusan yang tidak tepat dan mungkin yang paling merugikan adalah pada tahun 1980, ketika USSR memutuskan untuk memperbaharui teknologi produksi pabrik dari seluruh industri automotifnya. Proyek ini memakan dana puluhan juta dolar. Namun hasilnya nihil, karena produk-produknya tidak memiliki daya saing.
Dengan tujuan tersebut, pada tahun 1997 terciptalah suatu sistem persiapan dan pelatihan insinyur, ahli ekonomi dan manajemen yang dinamakan dengan METUK [Metode→ Ekonomi + Teknik + Upravlenie(manajemen) → Konkurentosposobnost(daya saing)]. Sistem ini merupakan gabungan dari sistem pendidikan untuk ilmu alam dan ilmu sosial ditambah dengan aplikasi instrumen-instrumen ilmiah yang mampu merealisasikan suatu kesatuan konsep ekonomi, teknik dan manajemen, dengan sasaran akhir untuk meningkatkan daya saing Rusia di dunia international.