PEMBANGKIT LISTRIK MIKROTURBIN, DESENTRALISASI
PASOKAN ENERGI LISTRIK
Oleh : J. Victor Tuapetel *
Dosen Institut Teknologi Indonesia (ITI), sementara mengambil Program PhD pada Saint Petersburg State Polytechnical University Russia, spesialisasi Gas Turbine Engine and Combined Energy Means

Energi listrik adalah salah satu komponen utama dalam mendukung pertumbuhan suatu daerah. Prosentase konsumsi listrik juga dapat menjadi ukuran peningkatan kualitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Total kapasitas terpasang pembangkit listrik di Indonesia pada tahun 2004 sekitar 21.470,21 MW, dimana 86 % di kuasai oleh PLN sementara sisanya dikelola oleh perusahaan listrik swasta.
Perkiraan pertumbuhan penduduk Indonesia untuk kurun waktu 2006-2015 yaitu 1,21 %, luar Jawa Bali 1,61%, Jawa Bali 0,93%. Sehingga angka pertumbuhan kebutuhan listrik di Indonesia sampai tahun 2015 diprediksikan 7-9% dan di pulau Jawa dan Bali angka pertumbuhan 6,8 – 8,7% [4]. Bentuk geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, distribusi penduduk dan pertumbuhan ekonomi tidak merata masing-masing daerah perlu juga dipertimbangkan untuk memperkecil ketidakefektifan pemilihan jenis, kapasitas pembangkit dan sistim pasokan energi listrik itu.
Dinamika pertumbuhan kebutuhan energi dunia menunjukkan kontinuitas sistim desentralisasi pasokan energi di Amerika Utara (20% sebelum tahun 2010), Eropa, Cina, India yang membawa perkembangan intensif pembangkit berkapasitas kecil yaitu 3 – 5 MW. Energi yang dipasok ini digunakan untuk listrik perumahan, industri kecil dan perkantoran, fasilitas-fasilitas pada daerah terpencil atau terisolasi. Konsumsi yang besar ini secara kontinu membutuhkan sumber-sumber energi listrik yang tinggi dengan tegangan dan putaran yang tetap. Adanya kerugian pada jaringan dan penggunaan bahan bakar lokal menimbulkan efektifitas ekonomi yang tinggi dalam penggunaannya. Saat ini berbagai pembangkit yang memasok secara desentralisasi menggunakan mesin-mesin berbahan bakar (kapasitas lebih 1 kW), mikroturbine (25 – 500 kW), internal combustion engine (sampai 5 MW). Perhatian yang khusus diarahkan pada mikroturbin pada awal 1990-an karena mempunyai realibilitas yang tinggi.