RusiaNovember 28, 2007 9:52 pm
Moskow - Peringatan keras dilontarkan Presiden Rusia Vladimir Putin terhadap negara-negara asing yang mencampuri politik di Rusia 4 hari menjelang pemilu parlemen yang akan digelar.

"Kami telah melakukan segalanya untuk melindungi Rusia dari gangguan internal, dan menempatkannya dalam rute perkembangan evolusi. Dan saya ulangi, kami tidak akan membiarkan proses ini diganggu oleh pihak luar," tegas Putin seperti dikutip AFP, Rabu (28/11/2007).

Hal itu disampaikan Putin di Kremlin dalam pertemuan dengan sejumlah duta besar dari berbagai negara. Pernyataan ini menyambung apa yang pernah dikatakan Putin pekan lalu, ketia dia menyebut lawan-lawan politiknya sebagai "serigala" yang meminta-minta kepada kedutaan negara asing di Rusia.

Putin mengatakan kepada para diplomat yang hadir bahwa Rusia akan mengikuti "pola perkembangan demokrasi". Publik Rusia sejauh ini belum bisa menebak langkah Putin setelah masa jabatannya habis sebagai presiden selama dua periode. Partai Rusia Bersatu yang mendukungnya diperkirakan akan memenangi pemilu parlemen dengan meraup dua pertiga total suara.

Langkah Putin sebelumnya yang berniat menjadi perdana menteri -karena dia tidak bisa maju lagi sebagai kandidat presiden- hingga kini belum jelas. Kemenangan partainya dalam pemilu parlemen akan memberi Putin kekuatan besar untuk menentukan langkahnya ke depan.

Sementara, protes dan kecaman dari masyarakat terhadap penahanan mantan juara dunia catur Garry Kasparov yang menentang Putin terus disuarakan. Kasparov bahkan tidak diberi akses untuk menemui pengacaranya.

"Sudah dua kali saya mencoba menemui klien saya. Tapi saya tidak pernah diizinkan. Petugas di kepolisian kota Moskow tidak pernah menjelaskan alasannya. Ini bertentangan dengan norma hukum," kata pengacara kasparov, Olga Mikhailova.

Namun pernyataan itu dibantah juru bicara kepolisian Kirill Sharov, "Pengacara punya hak penuh untuk mengunjungi Kasparov," ujar Sharov sambil menambahkan bahwa Kasparov akan dibebaskan pada Kamis 29 November esok. (Sumber : detik.com)

Opini 6:12 pm
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti akan mengalami yang namanya konflik dengan orang lain. Karena dimanapun kita berada, kita harus berhubungan dan bekerja sama dengan banyak orang yang berbeda cara pandang, karakter dan nilai yang dianut. Kebanyakan konflik biasanya dimulai dari hal-hal yang sepele. Tapi seringkali konflik ini semakin meluas dan berkembang seiring dengan mulut kita yang mulai menyebarkan kisah kekesalan hati kita kepada rekan-rekan kerja yang lain. Mungkin kita melakukannya dengan alasan curhat ataupun untuk meminta pendapat, tapi seringkali yang terjadi adalah kita meminta dukungan rekan kerja yang lain untuk membenarkan sikap kita dan menyalahkan pihak yang memiliki konflik dengan kita.

Dalam salah satu buku mengenai manajemen konflik, ada satu tips yang dianjurkan bagi mereka yang terlibat konflik ini, yaitu ‘menutup mulut’. Maksudnya ialah untuk memberi waktu kepada diri kita melihat kembali konflik yang sudah terjadi dari berbagai sisi karena mungkin ada alasan tertentu yang menyebebkan konflik ini. Perbedaan cara pandang atau temperamen juga bisa menyebabkannya. Dan seringkali dalam hal ini tidak ada pihak yang benar atau salah. Dengan berdiam diri kita juga akan memiliki waktu untuk meredakan emosi dan menjaga mulut kita dari perkataan yang tidak membangun, memfitnah atau bergosip. Karena memang hal itu tidak akan menyelesaikan masalah.

Daripada mengumbar kekesalan dan kemarahan, lebih baik salurkanlah energi yang kita miliki untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik lagi. Ketika kita berhasil menguasai mulut kita, maka kita terhindar dari masalah yang lebih besar lagi.

Jadilah tenang di setiap konflik yang ada.

(Yang Merasa Terganggu Bisa Tenang gak Sihhh…. hiiii !!!!)