
Saya akan mencoba klarifikasi atas tulisan-tulisan saya sebelumnya, dan ini mungkin juga sebagai permohonan maaf apabila ada pihak yang merasa terganggu dengan cerita-cerita menggelitik saya. Tanpa basi-basi saya akan mencoba memakai Baju saya setelah saya sengaja melepaskannya ketika menimba ilmu di Rusia.
Inilah sekilas Saya :
Nama : Maurits Wattimena, S.Kom.
Lulusan : Universitas Gunadarma, Jakarta
Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil Golongan III, (Staf Pengajar Pada Politeknik Negeri Ambon)
Pengalaman :
1. Ketua UPT Sistem Infomasi Politeknik Negeri Ambon
2. Staf Ahli Bidang Informatika Provinsi Maluku
3. Staf Ahli Bidang Informatika Partai Damai Sejahtera
4. Dan beberapa pengalaman lainnya yang tidak mungkin saya tulis disini
Setelah tulisan yang penuh dengan pesan moral yang dirilis bebarapa hari lalu, saya terkejut dengan adanya surat PERINGATAN PERTAMA DAN TERAKHIR. Tapi setelah saya membaca surat ini naluri pengajar saya terasa terpanggil untuk menanggapi konsep surat tersebut, dan mungkin saya akan mencoba memberikan beberapa trik bagaimana cara membuat surat supaya isi/konten surat itu menjadi tepat pada sasaran.
- Surat yang saya terima diatas sangat rancu karna konsepnya merupakan Surat Keputusan atau merupakan Surat Peringatan. Karna Isinya mencampur antara konsep surat peringatan dan surat Keputusan. SARAN : Format suratnya harus dilihat ini SURAT PERINGATAN atau SURAT KEPUTUSAN. (Sengaja saya melampirkan Contoh surat Keputusan, dan Surat peringatan, supaya bisa menjadi bahan acuan untuk membuat surat tersebut)
- Pada item TENTANG, itu hanya berisi INTI PERMASALAHAN. Konteks yang dipakai Salah karna yang namanya Peringatan tetap Peringatan dan Struktur katanya Tidak pernah PERINGATAN PERTAMA DAN TERAKHIR. SARAN : Harusnya TENTANG PERINGATAN. Sehingga kata Kepada Sdr…………… dst Tidak Boleh Ditulis karena Tidak pernah ada dalam konsep surat manapun.
- MENIMBANG : Konsepnya sudah benar Cuma dari sisi isi sangat salah karena akhir dari kata menimbang itu harus menunjukan keterkaitan yang mengacu pada Tujuan pembuatan surat ini. SARAN : Perlu penambahan kata “SEHINGGA PERLU MEMBERIKAN PERINGATAN” diakhir kata mahasiswa Indonesia di Rusia.
- MENGINGAT : Penulisaan Frasa mengingat sangat SALAH, dalam kaedah pembuatan surat keputusan. SARAN : Seharusnya penulisannya seperti berikut:
2. Pasal 7 Anggaran Dasar Tentang ….
3. Pasal 6 Anggaran Rumah Tangga Tentang….
Dan tidak perlu menjelaskan Apa itu isi dari pasal-pasal tersebut.
- MEMPERHATIKAN : Penulisan kata memperhatikan apabila sebelumnya telah dilakukan pertemuan atau rapat-rapat yang mengaju pada masalah yang dimaksud. Contoh penulisannya :
2.Pertemua ….. tanggal…………
SARAN: Sebaiknya Item Memperhatikan Tidak disertai apabila tidak disertai dengan Item-item yang mendukung surat tersebut,
- MEMUTUSKAN – MENETAPKAN : Ada kerancuan penulisan dalam item tersebut dan terdapat kata-kata yang semestinya tidak dipakai karna dengan suatu kata saja sudah bias menjelaskan arti tersebut SARAN :
2. Pada Kata Peringatan Pertama dan Terakhir, Harusnya peringatan aja, karna apabila ada kata tersebut terjadi kesan mendikte dan menekan
- Kesalahan Penggunaan kata yang berulang di kata “Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan diatur sebagaimana mestinya : SARAN : Seharusnya “Keputusan Ini berlaku pada tanggal ditetapkan”
- Surat diatas Tidak terdapat Tanda tangan. Itu sangat menyalahi kaidah surat keputusan. Dan menurut aturan yang berlalu harus tertera Tandatangan BASAH, dan CAP yang bersangkutan. SARAN : Kalaupun tidak ada Cap, biasanya dengan Tulisan “TTD” tapi biasa surat itu diperuntukan buat surat yang sifatnya terbuka.
- Surat Keputusan atau Surat peringatan Sifatnya TERTUTUP. Sehingga etika yang benar yaitu Surat tersebut harus dimasukan dalam sampul, dan ditujukan kepada Si penerima Surat tersebut, sehingga kerahasiaan dari tersebut bisa dijaga. SARAN
Mungkin trik diatas bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua bagaimana membuat surat Keputusan sehingga nilai esensial dari surat tersebut bisa tepat pada sasaran
Tambahan :
Melihat Isi surat diatas saya jadi bertanya dalam diri saya :
- Apa parameter menjadi seorang anggota perhimpunan, sehingga tiba-tiba ada surat Peringatan pertama dan terakhir.
- Saya juga bingung atas dasar apa tiba-tiba mau dipecat, saya juga tidak tahu "saya ini anggota apa tidak", karna syarat keanggotaan yaitu memiliki kartu anggota, sedangkan selama saya disini terlalu sibuk untuk belajar sehingga yang ada Cuma Kartu Studi saya dan Paspor Republik Indonesia dan saya tidak mempunyai Kartu Anggota Perhimpunan, Yang ada “Kartu Pegawai Negeri Sipil” dan kartu ASKES yang merupakan Standar bagi PNS di Indonesia
- Apakah Dengan melaksanakan study di suatu negara Otomatis sebagai anggota Perhimpunan ?, Kalau Kapasitas saya sebagai Pegawai Negeri yang bertugas belajar disini, apakah harus disamakan ?, Kalau saya Mengatakan TIDAK. Itulah hak saya, Dan kalau saya Mengatakan "YA" itu juga hak saya, Bukanya setiap Individu mempunyai kebebasan untuk menentukan kemana arah langkah yang di ambil.
- Saya ini Pegawai Negeri Sipil (Abdi Negara) yang mempunyai Pimpinan instansi terkait dan saya hanya bertanggungjawab kepada pimpinan saya di Indonesia, sehingga saya Sangat bingung Tiba-Tiba ada surat peringatan "Pemecatan" anggota Perhimpunan. Apanya yang mau dipecat ?. Mungkin sebagai contoh saya ini statusnya sama seperti Dilomat di kedutaan. Kalau Diplomat Masuk Dalam DEPARTEMEN LUAR NEGERI, dan bertugas disini, saya ini masuk dalam DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL dan Sedang Bertugas BELAJAR di Rusia. Apabila Diplomat Tersebut ambil S2 di sini apakah secara otomatis sebagai anggota Perhimpunan dan bisa dipecat keanggotaannya sebagai anggota Perhimpunan ?
- Saya sering bekerjasama dengan orang yang merupakan pemimpin di negara Indonesia, tapi setelah saya di Rusia saya merasa bingung, karna saya merasa saya berjalan mundur karena saya berhadapan dengan situasi yang tidak pernah saya dapat ketika saya berhadapan secara profesional dilingkungan kerja saya di Indonesia
Mungkin itu yang bisa saya utarakan sebagai sanggahan dan sebagai bahan pembelajaran kepada kita semua. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, semua dalam proses pembelajaran. Kesalahan-kesalahan yang terjadi itu merupakan hal yang lumrah dan merupakan suatu proses pembelajaran menuju suatu kesempurnaan. Kritikan merupakan sesuatu yang bisa menjadi cermin dan acuan bagaimana kita bisa mengukur apa yang terjadi dalam diri kita masing-masing, sambil menganggap sebuah kritikan itu sebagai batu acuan untuk membuat sesuatu yang lebih berarti dan terbaik kedepan.
Apabila ada kesalahan dan mungkin kritikan yang sangat mengganggu, secara pribadi saya mengucapkan “Beribu Maaf” Marilah kita belajar saling mengkoreksi diri masing-masing. Kiranya permohonan maaf ini bisa diterima oleh semua pihak yang merasa terganggu dengan penulisan saya.
Marilah kita belajar dari Sejarah negara Rusia. Mereka Dikepung 900 hari lamanya oleh Tentara Jerman, Tapi mereka bisa melupakan semua itu dan akhirnya sekarang Jerman menjadi teman yang Mesra bagi Rusia.
Kadang Teman Yang Baik belum tentu menjadi “SAHABAT YANG SEJATI.” Tapi Terkadang Orang Yang Dianggap Musuh pada akhirnya menjadi “SAHABAT YANG SEJATI”. Mungkin ini merupakan sedikit Perkenalan tentang siapa Diriku, dan kiranya menjadi Ending bagi sedikit riak-riak kecil yang terjadi di Rusia….. (Apakah Maafku Diterima…. 1000 % Saya Percaya “YES”…. Karna Kita Semua Orang Indonesia)

maksudnya apa sih nih ???
Comment by Robert. L — November 20, 2007 @ 8:22 am
Patut dipertimbangkan juga….
Comment by Ekra Sanggala — November 22, 2007 @ 9:02 pm
pembelaan yang penuh sopan santun… saya salut….
Comment by lintasdata — November 2, 2008 @ 11:27 am
ani,TJ menyertaimu selalu,belajar yg tekun n berdoa jln terus.
cium manis dr: ma ani, pp annes, gio, son n sash….!
Comment by ma ani — January 11, 2009 @ 4:10 am