RusiaOctober 30, 2007 10:02 pm

Apa artinya kalau seorang KOPRAL merasa dirinya sebagai Seorang JENDERAL ? Ungkapan yang sangat menggelitik kalau di cermati, tapi kisah tersebut sering terjadi didalam kehidupan kita. Dalam konteks ini mungkin kita dapat membedakan antara orang yang berpendidikan tinggi dan orang yang Cuma lulusan pas-pasan tapi merasa dirinya sebagai seorang penguasa. Dengarlah cerita berikut ini :

Tersebutlah sebuah kerajaan yang bernama “Kerajaan Benar-Benar Mabok”. Tidak tau kenapa kerajaan ini dinamakan Kerajaan Benar-Benar Mabok, tapi menurut sejarah kelakuan penduduk kerajaan ini seperti orang Mabok semua. Raja di kerajaan ini sangat arif dan bijaksana disaat memimpin kerajaan rakyat sangat tentram laksana “Pieter I” Membangun Kota Saint Petersburg. Di kerajaan ini banyak sekali pungawa-punggawa baik itu punggawa yang diangkat sesuai dgn Titah Raja maupun punggawa-punggawa yang diangkat sebagai Helper (Gue gak mau bilang Pembantu, Pembantu Juga Manusia) dalam kerajaan tersebut.

Pada suatu ketika, datanglah Kadet-kadet untuk menimba ilmu untuk membangun kerajaan tersebut. Ada kadet yang di tempatnya berpangkat Mayor, ataupun ada yang pangkatnya Letnan Kolonel, maupun ada juga yang baru mencapai pangkat Sersan. Namanya adat “Dimana bumi dipijak disitu langkah kita dijunjung”

Sebagai warga kerajaan yang baik, kadet kadet tersebut selalu datang melapor ke istana kerajaan. Kadaang perayaan perayaan tertentu selalu dimeriahkan oleh kadet-kadet tersebut. Nah ini dia masalahnya, Diacara tersebut kadang Helper-helper ini selalu bertingkah laksana Jenderal. Padahal kalau mau dilihat sekilas kebelakang pangkatnya setara dengan “Kopral” kalau dalam struktur kepangkatan angkatan bersenjata kerajaan tersebut.

Kadang seorang Mayor maupun Letkol sampai bingung, dengan kelakuan di kopral-kopral ini. Kadang pula kelakuan punggawa tersebut laksana Selebrity, mungkin mereka terlalu terobsesi dengan Tontonan di acara “Cek dan Ricek” di Negara Tetangga sehingga kadang selalu aja gosip yang dibicarakan ketimbang mengurus pekerjaannya.

Oke kita kembali ke inti permasalahan !!!!!!
Menurut pendapat anda, kira-kira siapa yang salah dalam konteks seperti ini ?.

  1. Dengan tingkat pendidikan yang setara Kopral maka punggawa tersebut Cuma bisa melakukan sesuatu secara teknikal. Tapi mengapa kadang-kadang mereka merasa diri sebagai Jenderal apabila ketemu dengan kadet-kadet tersebut.
  2. Punggawa-punggawa yang lain yang keranjingan nonton acara “Cek dan recek” sehingga mereka menerapkan acara tersebut didalam kehidupan berkerajaan.

Dalam adat Rusia ada istilah “Ini Ugol-ku, dan itu Ugol-mu” (Ini pojok-ku dan itu pojok-mu). Dalam dunia pekerjaan ini namanya “PROFESIONALISME” Profesionalisme harus diterapkan didalam kerajaan ini. Ini Pekerjaan-Ku Dan Itu Pekerjaan-Mu, Apabila kita profesionalisme di bidang kita masing-masing dan fokus terhadap masalah yang dihadapi serta saling menghormati niscaya dua permasalahan yang terjadi diatas bisa diatasasi.

Yang menjadi Pertanyaannya :
Kenapa Kopral-Kopral ini bisa bekerja di kerajaan tersebut dan berkelakuan laksana Jenderal , dan kenapa Punggawa-punggawa kerajaan bisa berkelakuan laksana Selebrity ?

Jawabanya :
Tingkat Pendidikan Yang Rendah, serta Sindrom “Selebrityholic” sehingga terjadi semua itu. Kata bang Napi : “OLD SOLDIER NEVER DIE” “JENDERAL TETAP JENDERAL”

Ingat : Tingkat Pendidikan Yang Membedakan Antara Kami Dengan Kalian

OpiniOctober 10, 2007 12:48 pm

Sebuah frase kalimat yang sangat membingungkan kalau membaca "JUDUL" dari Artikel yang ditulis ini. Berawal dari artikel di Multiply yang berjudul "Pertemuan Seluruh Mahasiswa Indonesia di Eropa" ang bisa diakses lewat http://kelompokdiskusi.multiply.com/journal/item/163/Pertemuan_Seluruh_Mahasiswa_Indonesia_di_Eropa atau di website http://indonesiamasadepan.org saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh Rekan-rekan Mahasiswa di Eropa. Kebanggan tersebut dirasa didada ini karna masih ada secerca harapan yang dilakukan oleh para Mahasiswa di Eropa dalam menyingkapi segala perubahan yang terjadi di indonesia, walaupun sedang study tetapi rasa kepekaan terhadap problema yang terjadi di bangsa kita

Tapi Rasa itu begitu hilang dan Sirna begitu melihat laporan dari negeri penuh keju dan madu dimana tempat bermukin Basudara Maluku disana. Mengapa begitu ???? nah.. ini pertanyaan yang asik buat kita simak. Di Kongres tersebut terdapat wakil dari rusia. Sangat salut karna Wakil dari Rusia juga berpartisipasi dalam acara itu. Semangat sih boleh aja, tapi masih adakah niat untuk berkaca didiri kita, bukannya Regenerasi adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja suatu organisasi. ONE FOR ALL, AND ALL FOR ME (NOT ONE).

Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa mahasiswa disini punya kekurangan dan kelebihan, dan kekurangan tersebut sengaja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk masuk dalam Cengkraman mereka. Kelemahan keuangan mungkin harus saya katakan dengan sejujurnya, sehingga itu bisa menjadi Bola liar untuk menggenggam idealisme mahasiswa.

Satu kata yang selalu akan saya ingat yaitu Hubungan Mahasiswa dengan Pemerintah harus seperti hubungan "SIMBIOSIS MUTUALISMA". Dalam arti apa Hubungan Tersebut ?. Kadang saya iri mendengar kisah Anggota DPR RI yang dipermasalahkan ketika ketahuan main Judi di Casino di Inggris, dan kasus tersebut di uangkapkan oleh Mahasiswa disana, So.. Sangat berbanding terbalik dengan keadaan disini.. Saya menjadi ketawa akibat ungkapan lucu mengatakan Mahasiwa disini baik yaaa gak seperti mahasiswa di Inggris?????… "BAIK" baik atau memang mahasiswanya gak berani untuk mengungkapkan semuanya karna ada "Social Control"

Mungkin ini kembali lagi harus kita cerna, sambil mengingat Ungkapan TUKUL dalam acara 4 mata "KEMBALI KE LAPTOP" maka sangat sedih apabila mengingat Acara "Deklarasi Mahasiswa se Eropa" dan diikuti oleh Perwakilan dari Rusia. Ibarat pepatah, Semut di kejauhan bisa dilihat kenapa Gajah di depan Mata gak kelihatan yaaa" Sebelum kita menyuarakan untuk membangun negara ini, alangkah baiknya mari kita Membangun Mental Mahasiswa Di Rusia dulu, janganlah muluk- muluk memikirkan suatu yang besar sedangkan "Rumah" sendiri masih Kotor. Itu mungkin menjadi PR yang sangat besar harus diselesaikan oleh Orang yang Berkepentingan di negara Rusia sini sambil mengingat apa pesan Iklan “ TANYA KENAPA” jawabanyaa yaitu "ONLY GOD KNOWS"

RusiaOctober 2, 2007 9:20 pm

Reaktor nuklir terapung pertama di dunia akan mulai beroperasi pada tahun 2011 di wilayah Artik Rusia, gubernur wilayah Arkhanelsk mengatakan Jumat. "Pembangunan pusat reaktor nuklir dengan kapasitas 70 MW telah dimulai tahun ini dan harus sudah selesai pada tahun 2010, pusat pengembangan tenaga nuklir tersebut akan beroperasi Severodvinsk di wilayah Arkhangelsk dan diharapkan dapat berfungsipada tahun 2011," kata Nikolai Kiselyov. Rusia memulai pembangunan reaktor tersebut di bandar laut Severodvinsk, di wilayah laut Artic dan akan membangun sebanyak enam reaktor serupa dalam waktu sepuluh tahun. Sebelumnya seorang pejabat dari badan tenaga nuklir Rusia mengatakan lebih dari 20 negara merasa tertarik untuk membeli reaktor nuklir terapung buatan Rusia. Reaktor nuklir terapung diperkirakan akan banyak diminati untuk ditempatkan di wilayah-wiolayah terpencil dan jauh yang kekuranga sumber tenaga listrik. Selain itu juga selain itu juga diperuntukkan proyek-proyek yang membutuhkan sumber tenaga listrik yang berkesenimbungan karena tidak adanya sumber listrik lainnya. Reaktor nuklir yang kedua akan dibangun di dekat pulau Russky di wilayah Primorye sebelah timur jauh pada tahun 2011. Wilayah tersebut kemungkinan akan menjadi tuan rumah pertemuan Kerjasa Ekonomi Asia Pacific, APEC pada Agustus 2012. Apabila Vladiwostok tidak menjadi tuan rumah pertemuan tersebut maka reaktor nuklir terapung tersebut akan ditempatkan di Peveka, daerah terpencil di timur laut wilayah otonomi Chukotka. Reaktor nuklir terapung pertama akan memiliki kapasitas 70 MW aliran listrik dan sekitar 300 MW sumber tenaga panas. Biaya dari rekator terapung pertama diperkirakan 10 milyar rubel atau USD400 juta dan kemudian akan menjadi berkurang menjadi enam milyar rubel atau USD240 juta.