Apa artinya kalau seorang KOPRAL merasa dirinya sebagai Seorang JENDERAL ? Ungkapan yang sangat menggelitik kalau di cermati, tapi kisah tersebut sering terjadi didalam kehidupan kita. Dalam konteks ini mungkin kita dapat membedakan antara orang yang berpendidikan tinggi dan orang yang Cuma lulusan pas-pasan tapi merasa dirinya sebagai seorang penguasa. Dengarlah cerita berikut ini :
Tersebutlah sebuah kerajaan yang bernama “Kerajaan Benar-Benar Mabok”. Tidak tau kenapa kerajaan ini dinamakan Kerajaan Benar-Benar Mabok, tapi menurut sejarah kelakuan penduduk kerajaan ini seperti orang Mabok semua. Raja di kerajaan ini sangat arif dan bijaksana disaat memimpin kerajaan rakyat sangat tentram laksana “Pieter I” Membangun Kota Saint Petersburg. Di kerajaan ini banyak sekali pungawa-punggawa baik itu punggawa yang diangkat sesuai dgn Titah Raja maupun punggawa-punggawa yang diangkat sebagai Helper (Gue gak mau bilang Pembantu, Pembantu Juga Manusia) dalam kerajaan tersebut.
Pada suatu ketika, datanglah Kadet-kadet untuk menimba ilmu untuk membangun kerajaan tersebut. Ada kadet yang di tempatnya berpangkat Mayor, ataupun ada yang pangkatnya Letnan Kolonel, maupun ada juga yang baru mencapai pangkat Sersan. Namanya adat “Dimana bumi dipijak disitu langkah kita dijunjung”
Sebagai warga kerajaan yang baik, kadet kadet tersebut selalu datang melapor ke istana kerajaan. Kadaang perayaan perayaan tertentu selalu dimeriahkan oleh kadet-kadet tersebut. Nah ini dia masalahnya, Diacara tersebut kadang Helper-helper ini selalu bertingkah laksana Jenderal. Padahal kalau mau dilihat sekilas kebelakang pangkatnya setara dengan “Kopral” kalau dalam struktur kepangkatan angkatan bersenjata kerajaan tersebut.
Kadang seorang Mayor maupun Letkol sampai bingung, dengan kelakuan di kopral-kopral ini. Kadang pula kelakuan punggawa tersebut laksana Selebrity, mungkin mereka terlalu terobsesi dengan Tontonan di acara “Cek dan Ricek” di Negara Tetangga sehingga kadang selalu aja gosip yang dibicarakan ketimbang mengurus pekerjaannya.
Oke kita kembali ke inti permasalahan !!!!!!
Menurut pendapat anda, kira-kira siapa yang salah dalam konteks seperti ini ?.
- Dengan tingkat pendidikan yang setara Kopral maka punggawa tersebut Cuma bisa melakukan sesuatu secara teknikal. Tapi mengapa kadang-kadang mereka merasa diri sebagai Jenderal apabila ketemu dengan kadet-kadet tersebut.
- Punggawa-punggawa yang lain yang keranjingan nonton acara “Cek dan recek” sehingga mereka menerapkan acara tersebut didalam kehidupan berkerajaan.
Dalam adat Rusia ada istilah “Ini Ugol-ku, dan itu Ugol-mu” (Ini pojok-ku dan itu pojok-mu). Dalam dunia pekerjaan ini namanya “PROFESIONALISME” Profesionalisme harus diterapkan didalam kerajaan ini. Ini Pekerjaan-Ku Dan Itu Pekerjaan-Mu, Apabila kita profesionalisme di bidang kita masing-masing dan fokus terhadap masalah yang dihadapi serta saling menghormati niscaya dua permasalahan yang terjadi diatas bisa diatasasi.
Yang menjadi Pertanyaannya :
Kenapa Kopral-Kopral ini bisa bekerja di kerajaan tersebut dan berkelakuan laksana Jenderal , dan kenapa Punggawa-punggawa kerajaan bisa berkelakuan laksana Selebrity ?
Jawabanya :
Tingkat Pendidikan Yang Rendah, serta Sindrom “Selebrityholic” sehingga terjadi semua itu. Kata bang Napi : “OLD SOLDIER NEVER DIE” “JENDERAL TETAP JENDERAL”
Ingat : Tingkat Pendidikan Yang Membedakan Antara Kami Dengan Kalian
