OpiniJuly 31, 2007 11:14 pm

Mungkin itu salah satu ungkapan yang patut kita sampaikan buat mahasiswa yang ada disini. Sebenarnya bukan untuk menggurui tetapi untuk mengingatkan kita semua aja. Sebenarnya Hubungan Mahasiswa dengan Pemerintah adalah suatu hubungan Universal, dimana perlu kita ketahui bahwa Mahasiwa merupakan Tokoh sejarah Tumbangnya Rezim Orde Baru. Pergerakan mahasiswa yang sangat dasyat bisa menumbangkan suatu rezim yang sangat sulit di taklukan.

Pertanyaaan yang sangat prinsipil yaitu bagaimana hubungan MAHASISWA dengan PENGUASA ? Ini suatu pertanyaan yang sangat seru untuk dibahas. So Far menurut Pengamatan Penulis, mudah-mudahan saya keliru hubungannya sangat akrab, apabila di bilang akrab dan sangat jauh apabila dibilang jauh. Mungkin penulis salah menilai, tapi ada sesuatu yang sangat menggelitik yang sering saya lihat dan mungkin kayaknya baru pernah saya lihat dimana begitu mudahnya Rekan-rekan seperjuangan bisa ditaklukan dan di ninabobokan.

Berbagai konflik yang terjadi di sesama manusia mungkin itu biasa. Tapi konflik yang sangat seru ini bisa dilihat dari kacamata semua orang bahwa sangat mudah disusupin oleh orang yang berkepentingan. Timbulnya Raja-raja kecil yang sengaja dibiarkan untuk meredam kritikan-kritan tajam dan bernalar tinggi. Ibarat sepenggal sinetron ini adalah sebuah kisah yang berkepanjangan yang sedang terjadi.

Ketidakberdayaan seorang pimpinan yang diangkat secara sah, serta pengkotakan-pengkotakan berdasarkan SARA yang terjadi, ibarat dua sisi mata uang, dimana saling ketergantungan. Mungkin cara-cara seperti ini sudah biasa kita mengerti karna itu sering terjadi di Indonesia. Apakah Politik devide et impera masih juga berlaku di jaman yang sudah moderen ini ? Yang menjadi pertanyaan, Apa yang didapat dari itu semua ?.

Mudah-mudahan salah saya menilai tapi mungkin pola perekrutan serta kurangnya support pemerintah yang mungkin menjadi salah satu faktor rendahnya sifat kritis. Ibarat Analisa SWAT, itu merupakan suatu Kelemahan dan Kekuatan dari kedua belah pihak. Dan apabila bisa dimanfaatkan dengan sebenar-benarnya merupakan suatu peluru yang sangat dasyat untuk dimainkan.

Oleh karena itu ada satu kata yang mau penulis sampaikan buat rekan-rekan disini.
“Tunjukan Jati Dirimu. Kita Semua adalah kaum Intelektual Yang Tidak bisa digoyahkan oleh Kepentingan, dan Kita adalah Penentu Majunya Suatu Bangsa”

SEMOGA

(Keterangan gambar : Polisi Wanita Sedang Menonton Konser Rolling Stone)

RusiaJuly 19, 2007 8:31 pm

Moskow - Rusia mengambil tindakan balasan setimpal dengan mengusir 4 diplomat Inggris. Kerjasama pemberantasan terorisme juga dihentikan.

Demikian diumumkan Kementerian Luarnegeri Rusia melalui jurubicaranya, Mikhail Kamynin, Kamis (19/7/2007) ini. Keputusan tersebut sebelumnya telah lebih dulu disampaikan ke London.

Selanjutnya para pejabat Rusia dilarang untuk pergi ke Inggris dan kerjasama pemberantasan terorisme yang telah dijalin kedua negara juga dihentikan.

Reaksi Rusia ini disebut Kamynin sebagai "terarah, setimpal, dan keperluan minimum." Para diplomat Inggris yang dipersona non grata itu diberi waktu 10 hari untuk mengemas barang. Para turis dan pebisnis Inggris tidak akan terkena akibat apapun dari kebijakan ini.

Ditegaskan, bahwa mulai hari ini setiap langkah Inggris berikutnya akan dijawab Rusia dengan balasan yang setimpal, NRC Handelsblad melaporkan Kamis petang. Perkembangan ini sekaligus menandai hubungan kedua negara yang semakin memburuk.

Langkah Moskow tersebut sebagai jawaban atas keputusan London Senin lalu, yang mengusir 4 diplomat Rusia dan menyatakan untuk memperketat pemberian visa Inggris kepada pemohon dari negeri itu.

London kecewa atas penolakan Moskow untuk menyerahkan bekas agen KGB Andrej Loegovoj, tersangka pembunuhan Aleksandr Litvinenko, warga negara Inggris yang juga bekas agen KGB. Sebaliknya Moskow juga menuntut hal serupa dengan meminta agar London menyerahkan Boris Berezovski, miliarder Rusia yang mencari suaka politik ke Inggris dan menjadi pengkritik Kremlin nomor wahid.

Kemarin juga terungkap bahwa polisi Inggris bulan lalu telah menangkap seorang warga negara Rusia yang dicurigai berkomplot untuk membunuh Berezovski. Orang ini langsung dideportasi ke luar Inggris.

Moskow sendiri sejauh ini tetap membantah semua bentuk keterlibatan dalam peristiwa pembunuhan Litvinenko, yang meninggal pada November tahun lalu akibat diracun dengan Polonium-210.

Moskow juga menilai tindakan London itu menggelikan, sebab konstitusi Rusia melarang negeri itu menyerahkan warga negaranya kepada negara asing.

Rusia 8:30 pm

London - Pemerintah Inggris mengusir 4 diplomat Rusia. Tindakan ini sebagai protes terhadap penolakan Moskow untuk menyerahkan Andrej Loegovoj.

Demikian Menlu Inggris David Miliband mengumumkan Senin (16/7/2007) di depan Majelis Rendah (parlemen), sebagaimana diberitakan teleteks NOS.

Loegovoj dicari dan menjadi tersangka pembunuhan atas Aleksander Litvinenko. Ini merupakan pertama kali dalam satu dasawarsa terakhir Inggris mengusir diplomat Rusia. Di samping itu Inggris juga membatalkan secara sepihak perundingan tentang pelonggaran kebijakan visa.

Litvinenko, seorang kritikus gigih terhadap presiden Vladimir Putin, memilih kabur ke Inggris. Mantan agen KGB dengan pangkat terakhir kolonel itu meninggal November tahun lalu setelah diracun dengan menggunakan zat radioaktif Polonium-210.

Rusia marah atas pengusiran empat diplomatnya dan menyatakan bahwa tindakan itu akan menimbulkan akibat serius untuk hubungan bilateral kedua negara.

RusiaJuly 6, 2007 6:47 pm

Sukses yang Engkau Raih Merupakan Kebanggan Bagi Kita Semua. Jalan Masih Panjang. Ini hanya permulaan dari kisah hidup yang akan engkau jalanin. Maju Terus Mari Berkarya Buat INDONESIA. Mari Bangun MALUKU dengan Ilmu Yang Engkau Dapat di Rusia. karna keberhasilan "BUNG" merupakan kebanggan Indonesia dan Kebanggan Orang Maluku di Manapun Berada ( "God Bless You" My Big Brother)