Frohe Ostern - Selamat Paskah
Matius 28:6- Ia tidak ada disini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakanNya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
Renungan ditulis oleh Thomas Marschner;
Matahari bersinar atas kota Paris di musim semi. Tumbuhan hijau pertama mulai mengeluarkan pucuknya. Hari Sabtu sore saya berjalan-jalan melewati Kuburan di Montmartre. Orang tidak akan menyadari hiruk pikuknya kota metropolitan, apabila orang berada didalam lingkungan pemakaman kedua terbesar di kota itu. Hanya melalu kucing-kucing yang berkeliaran, selebihnya sangat tenang. Beberapa orang terkenal dikuburkan disini, seperti Jacques Offenbach, Emile Zola dan Heinrich Heine. Kuburan-kuburan yang berdekatan disini ada yang berbatu nisan, ada juga makam khusus untuk satu keluarga, ada yang bertanda salib.
Ada satu kuburan yang terpelihara baik, yang menarik perhatian saya dimana ada satu baris bintang/tanda jasa yang terukir disitu. Saya bertanya dalam hati, "Apa maksudnya tanda-tanda jasa tersebut?" Mungkin pada saat dia masih hidup merupakan seorang pahlawan nasional- tetapi sekarang?
Bintang atau tanda-tanda jasa tidak berlaku bagi orang yang telah meninggal, walaupun pada saat kita masih hidup, kita disematkan lencana/bintang, itu tidak berarti lagi apabila kita meninggal. Percaya akan kebangkitan Tuhan kita, adalah satu-satunya yang melampaui kematian. Hal inilah yang mengingatkan saya saat melihat batu nisan di pemakaman Pere-Lachaise tersebut.
Yesus Kristus telah bangkit! Itulah makna pekabaran tentang Paskah. Ia telah mengambil kuasa maut itu. Barangsiapa yang percaya akan Dia, mempunyai kehidupan abadi. Sama seperti Dia telah bangkit dari kematian, maka kita juga akan dibangkitkan dari kematian. Banyak yang masih ragu-ragu akan hal itu. ‘Kebangkitan? Bagaimana bisa?’
Ada cerita tentang seorang Filosofi Perancis bernama Voltaire. Seorang wanita bertanya kepadanya, pendapatnya tentang kebangkitan dari kematian. Voltaire menjawab seperti berikut: "Kebangkitan, nyonya? Hal itu merupakan hal yang termudah di dunia ini. Siapa yang menciptakan manusia pertama kalinya, maka dia juga dapat menciptakan manusia untuk kedua kalinya."
Apabila terjadi bencana tanah longsor bagi pekerja-pekerja tambang dimana jalan-jalan keluar tertutup longsoran tetapi, salah seorang dari mereka dapat menemukan jalan keluar dari longsoran tersebut maka yang lainnya pun dapat keluar melalui jalan yang sama. Demikian pula tentang kebangkitan dari kematian. Yesus sudah membuka jalan. Dia mengundang semua orang agar percaya kepadaNya, tidak hanya tentang pandangan hidup abadi, juga tentang hidup yang dipenuhi saat ini dan hari ini.
(Diterjemahkan bebas dari buku: STA Andachtsbuch 2006)
