Dibalik Wajah Polisi Wanita Rusia
Kesempatan kali ini saya akan mengangkat sekilas gambar edisi Wanita Rusia dibalut dalam Kostum Polisi. Semoga bisa membuka wacana tentang Rusia terutama mengenal lebih dekat Pesona Wanitanya.



Dibalik Wajah Polisi Wanita Rusia
Kesempatan kali ini saya akan mengangkat sekilas gambar edisi Wanita Rusia dibalut dalam Kostum Polisi. Semoga bisa membuka wacana tentang Rusia terutama mengenal lebih dekat Pesona Wanitanya.



From Russia With Bucks - Siap-siap Pelancong Rusia Serbu Indonesia
Hal itu disampaikan Dirjen Pemasaran Depbudpar Dr. Sapta Nirwandar di sela-sela Moskow International Travel and Tourism (MITT), yang berlangsung selama tiga hari (18-21/3/2009).
Sapta mendasarkan proyeksi kenaikan itu pada fakta kunjungan pelancong Rusia yang naik 39% menjadi 65.400 (2008) dari angka tahun sebelumnya sebesar 25.506 orang (2007). Sebuah proyeksi cukup konservatif. "Kalau saya yakin 100 ribu orang bisa tercapai," sergah Dubes Hamid Awaludin dengan mimik serius.
Untuk mencapai target tersebut, Depbudpar dan KBRI Moskow bersepakat untuk mengambil langkah-langkah bersama. Yang sudah berjalan antara lain memfasilitasi promosi dengan swasta Indonesia ke tiga pameran pariwisata di Rusia, yakni Moskow International Travel and Tourism (MITT), Intour Market dan Otdick Leisure.
Disepakati juga untuk menyelenggarakan dua kali familirization trip bagi travel writers dan tour operators asal Rusia. Sedangkan KBRI akan memberikan dukungan domestik yang memadai sambil terus menggencarkan publikasi serta pendekatan dengan berbagai kalangan.
Di samping itu Budpar juga akan mendukung berbagai pertunjukan seni budaya Indonesia di Rusia sepanjang tahun ini, penyediaan dosen karawitan serta mencetak publikasi berselera Rusia.
"Kita fokus ke Rusia karena potensinya sangat besar dan belum tergali sepenuhnya,” tandas Sapta.
Sementara itu Dubes Hamid Awaludin telah mencanangkan bahwa untuk 2010 pihaknya akan menggelar publikasi dan pertunjukan seni budaya secara masif. Rencana kegiatan KBRI Moskow ini akan mendapatkan dukungan penuh Budpar dan pemerintah Rusia.
"Ini merupakan momentum tepat, karena bertepatan dengan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia," terang Dubes.
Terkait hal sama, Kedubes Rusia tahun ini di Jakarta juga telah melakukan beragam kegiatan seni budaya Rusia, yang difokuskan di Jakarta, Yogyakarta dan Bali.
Menurut Korfungsi Pensosbud M. Aji Surya, beberapa acara besar yang sudah digelar KBRI Moskow dalam tiga bulan terakhir antara lain pementasan Kresna Duta di Moskow, dua penampilan tari-tarian Solo di Saint Petersburg dan pertemuan antara tour operator Rusia dan Indonesia.
"Dalam waktu dekat kalangan travel Indonesia juga akan didatangkan untuk mengikuti Intour Market dan KBRI akan menggelar Food Festival," demikian Aji.(es/es)
Universitas Indonesia dan Politeknik St Petersburg Rusia Jalin Kerja Sama Riset
"Penandatanganan MoU ini menandai dimulainya berbagai program kerja sama pendidikan seperti pertukaran pelajar, pengembangan riset, program penelitian bersama, dan peningkatan kapasitas pendidikan sains dan teknologi UI," kata Wakil Kepala Humas UI Devie Rahmawati di Depok, Rabu (14/1).
Ia mengatakan, Rusia sejak lama dikenal sebagai negara ‘produsen’ kaum intelektual dunia. Banyak sudah lahir para pemenang hadiah Nobel dari negara tersebut. St Petersburg State Polytcehnical University of Russia yang berdiri sejak 1899 dengan tradisi akademik yang kuat, merupakan tanah asal para ilmuwan terbaik dunia.
Sebut saja DI Mendeleyev yang mengukir sejarah dunia dengan menyusun unsur-unsur kimia berdasarkan massa molekul relatifnya dalam bentuk tabel unsur, yang mirip dengan yang kita jumpai saat ini. Dalam susunan tersebut, ia mampu menyuguhkan suatu keteraturan yang kita kenal dengan teori oktet, di mana sifat-sifat kimia suatu unsur berulang setiap 8 unsur.
Tidak hanya itu, Stephen P Timoshenko tentunya tidak asing lagi bagi mahasiswa teknik di Indonesia yang dikenal melalui buku dan kontribusinya pada ilmu kekuatan bahan. Timoshenko termasuk salah seorang guru besar di St Petersburg Polytechnic University pada awal 1900-an.
Sederet nama peraih Nobel NN Semyonov (Nobel Kimia, 1956), PL Kapitsa (Nobel Fisika, 1978), dan Zh I Alferov (Nobel Fisika 2000) juga merupakan akademisi yang mengabdikan dirinya di St Petersburg State Polytechnical University of Russia untuk menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi umat manusia.
Devie mengatakan, UI sebagai universitas tertua di Indonesia (berdiri 2 Januari 1849), juga memiliki seorang peraih Nobel bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1920 yaitu Christiaan Eijkman melalui penemuan vitamin B1 untuk mencegah terjangkitnya penyakit beri-beri.
Penemuan oleh ilmuwan yang namanya diabadikan sebagai nama lembaga penelitian ini merupakan salah satu penemuan yang berguna bagi peradaban umat manusia.
Kerja sama yang dirintis oleh dua universitas dengan tradisi akademik yang panjang ini diharapkan mampu memenuhi kerinduan akan lahirnya kembali penemu-penemu kelas dunia oleh Indonesia.
UI sendiri, jelasnya, dalam bidang alam dan teknologi, akan melakukan fokus riset pada upaya pengembangan energi baru dan terbarukan, teknologi kelautan, biomedical engineering, intelligence multimedia and information processing, nano technology, information communication technology (ICT), serta particle and nuclear physics.
Pemerintah Targetkan 1.600 Mahasiswa ke Rusia
Hal itu dikatakan Wakil Dubes RI, A Agus Sriyono, dalam konferensi pers di Bakoel Koffie, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Selasa (20/1).
"Inilah momentum untuk mendekatkan kembali hubungan RI-Rusia, terutama dalam hal pendidikan," tuturnya.
Kerja sama ini, dikatakan Agus, dimulai dari pembentukan joint selection committee dari kedua belah pihak dan penandatanganan MoU antara Universitas Politeknik St Petersburg dengan beberapa universitas, seperti UI, ITB, dan Universitas Hasanuddin. "Sebagai wakil dari Rusia 7 profesor di masing-masing bidang untuk menandatangani MoU pada 14 Januari dengan UI dan ITB. Kalau hari ini penandatanganan dengan Universitas Hasanuddin," ujar Agus.
Dikatakan Penanggungjawab Penerangan Sosial Budaya KBRI di Moskwa, M Aji Surya, tantangan terbesar dalam kerja sama ini untuk mengomunikasikan kepada masyarakat bahwa Rusia itu bukan lagi negara komunis seperti dulu.
"Sebelum tahun 1965 itu ada sekitar 30.000 mahasiswa, sedangkan dari 1965-1988 tak ada sama sekali mahasiswa yang belajar di Rusia, maka kita dorong bagi dunia perguruan tinggi untuk dapat berpartisipasi," kata Aji.
Beasiswa dari PKR tersedia 35 lowongan untuk masing-masing program S-1, S-2, dan S-3 setiap tahunnya. "Pendaftaran untuk beasiswa Dikti sudah dimulai dari sekarang untuk tahun ajaran September-Oktober, sedangkan beasiswa dari PKR untuk Februari baru dimulai untuk tahun ajaran yang sama," kata Aji.
Fasilitas bagi penerima beasiswa dari PKR akan ditanggung biaya pendidikan dan akomodasinya serta mendapat uang saku sekadarnya. Sementara beasiswa dari Dirjen Dikti mendapat fasilitas gratis biaya SPP, akomodasi, transportasi, biaya administrasi buku, dan biaya hidup selama di Rusia.
ARISAN : UNTUNG ATAU RUGI ? ( Edisi I )
Julianocska, seorang lulusan perguruan tinggi ternama baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan. Belum genap sebulan bekerja, ia belum lagi memiliki banyak kenalan disana. Hanya rekan-rekan dari satu bagian saja yang dikenalnya. Dari bagian lain, baru beberapa saja yang sudah diingat namanya dengan baik. Sisanya, ?cuma kenal muka tak tahu nama? katanya.
Siang ini ia menerima sepucuk surat di meja kerjanya. Undangan untuk ikut arisan kantor. ?Hmm…. lumayan nih, bisa jadi ajang sosialisasi? begitu pikirnya sambil mencatat tanggal dan waktu arisan itu ke dalam agendanya.
Lain Julianocska lain pula Vladimir. Vladimir sudah sangat lama bekerja di perusahaan tersebut. Bahkan bisa dibilang dia termasuk beberapa orang generasi awal yang sudah bekerja sejak perusahaan itu berdiri. Vladimir juga ikut dalam arisan itu, walau dengan alasan yang berbeda. Vladimir ikut arisan dengan alasan belajar menabung katanya. Dan bukan cuma di kantorya saja, ternyata ia juga ikut berbagai macam arisan juga di lingkungannya. Ada arisan keluarga, RT, RW, organisasi, dan sebagainya.
Beda lagi dengan Tatiyana, dia sepertinya paling benci dengan yang namanya arisan ? Ngapain ikut arisan, Cuma ajang ngerumpi aja ? begitu katanya. Dia juga berpikir bahwa yang namanya arisan tidak memiliki keuntungan sama sekali dari segi keuangan. ? Dapetnya kan sama saja dengan jumlah iuran kita. Mending diinvestasikan
biar dapet untung?.
Termasuk yang manakah Anda. Seperti Julianocska yang ikut arisan dengan tujuan untuk bersosialisasi? Seperti Vladimir yang ikut arisan untuk balajar menabung? Atau
seperti Tatiyana yang menggap tidak untungnya ikut arisan? Sebenarnya, apakah arisan itu menguntungkan atau merugikan sih?
Saya yakin yang namanya arisan sudah tidak asing lagi bagi Anda. Tapi untuk membahasnya lebih lanjut, tak ada salahnya kita kupas dulu seperti apa sih arisan itu. Arisan adalah sebuah kegiatan mengumpulkan uang oleh beberapa orang dengan nilai yang sama. Uang yang terkumpul tersebut kemudian dimenangkan oleh salah seorang dengan cara mengundinya. Pengumpulan uang dan undian ini diadakan rutin secara berkala sampai semua orang mendapatkannya.
Kalau dilihat dari pengertian itu, maka ada beberapa unsur dalam arisan. Pertama yaitu pertemuan yang diadakan secara rutin dan berkala, kemudian pengumpulan uang oleh setiap anggota dengan nilai yang sama, dan pengundian uang untuk menentukan siapa yang mendapatkan uang yang terkumpul tersebut.
Oke, sekarang kita bahas untung ruginya dari setiap unsur tersebut.
Pertama, pertemuan yang rutin dan berkala.
Inilah alasan kenapa Julianocska ikut arisan, sebagai sarana bersosialisasi. Sosialisasi tentunya
punya efek positif dan negatif. Positifnya adalah arisan bisa menjadi ajang silaturrahim dengan orang-orang yang sudah Anda kenal sebelumnya. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan teman baru disana. Dan bila Anda jeli, pertemuan arisan bisa juga dijadikan sarana pemasaran dan membuat jaringan. Tapi negatifnya, kadang kala pertemuan arisan bukannya menjadi ajang pertemuan yang baik alih-alih menjadi ajang gosip yang tentunya tidak baik.
Unsur yang kedua yaitu pengumpulan uang oleh setiap anggota dengan nilai yang sama dalam setiap pertemuan.
Bagi Vladimir, ini adalah kelebihan dari arisan yang ia manfaatkan. Yaitu sebagai sarana untuk belajar menabung. Kalau menabung sendiri, seringkali ia tidak berhasil. Seringkali walau sudah dianggarkan tapi uang yang seharusnya ditabung akhirnya terpakai untuk hal yang lain. Dan kalaupun sudah berhasil menyisihkan untuk ditabung, tapi kadangkala masih ditarik lagi kalau tabungannya dipegang sendiri. Tapi yang harus diwaspadai adalah, jangan sampai iuran arisan itu sendiri malah memberatkan bagi Anda.
Terakhir, penyerahan uang yang terkumpul kepada pemenang yang ditentukan melalui pengundian.
Kalau Anda punya keinginan untuk membeli sesuatu namun kesulitan untuk mengumpulkan uangnya sendiri, arisan mungkin bisa menjadi solusi bagi Anda. Tapi dengan catatan, Anda tidak benar-benar harus membeli barang tersebut dalam waktu yang sudah pasti. Namanya juga undian, Anda tidak tahu kapan akan menang.
Kalau kita simpulkan, ada beberapa segi positif atau keuntungan dari arisan:
Ajang silaturrahim
Kata orang bijak, silaturrahim akan memanjangkan umur. Siapa sih yang tidak mau panjang umur? Ada banyak tiЗs kesehatan untuk memanjangkan umur. Tapi saya rasa
masih lebih mudah dan murah untuk bersilaturrahim
dengan arisan untuk memanjangkan umur.
Mendapatkan kenalan baru
Bagi Anda yang menjadi orang baru di suatu lingkungan atau organisasi, ini adalah sarana yang efektif untuk mendapat kenalan baru. Bukan cuma anggota arisan, terkadang ada juga anggota arisan yang membawa teman atau keluarganya mengikuti pertemuan arisan. Dalam ilmu pemasaran, setiap kenalan akan menjadi captive market Anda.
Sarana pemasaran dan membuat jaringan
Kalau Anda perhatikan, dalam setiap pertemuan arisan, selalu saja ada yang membawa barang dagangan untuk dipasarkan disitu. Entah itu makanan, pakaian, bahkan sampai perhiasan. Kalau Anda sesuatu untuk dipasarkan, saya rasa pertemuan arisan bisa menjadi tempat yang bagus untuk memasarkannya. Tidak harus dalam bentuk barang, keahlian Anda pun bisa dipasarkan disana. Dan tidak harus dengan terang-terangan menawarkan jasa karena dengan memperkenalkan diri sebagai penjahit misalnya, Anda secara tidak langsung sudah menawarkan jasa jahitan kepada mereka.
Sarana belajar menabung
Ini adalah alasan kebanyakan orang ketika memutuskan untuk ikut arisan, sebagai sarana belajar menabung. Karena biasanya, kalau orang lain yang menagih kita untuk ikut arisan itu akan lebih efektif daripada kita menagih diri kita sendiri untuk menabung. Tapi seringkali orang lupa, bahwa yang namanya belajar menabung, tidak harus seterusnya, cukup sampai sudah bisa berdisiplin untuk menabung sendiri. Kalau memang sudah bisa menabung sendiri, buat apa lagi pakai arisan sebagai sarana belajar. Kan Anda sudah bisa melakukannya sendiri?
Proses perencanaan keuangan
Nah, alasan ini sangat cocok untuk Anda yang punya keinginan untuk membeli sesuatu tapi ga mau repot menyimpan uang sampai terkumpul. Atau malah sengaja ingin mempercepat memilikinya daripada mengumpulkan uangnya dan menunggu sampai cukup. Kalau mengumpulkan uangnya sendiri, kita baru bisa membelinya kalau uangnya sudah terkumpul semua. Tapi dengan ikut arisan, walau tidak pasti, kita kan punya kesempatan untuk bisa memilikinya lebih awal. Tapi ingat, ini undian. Jadi jangan mengandalkan arisan ini kalau kebutuhannya mendesak dan sudah pasti waktunya. Arisan hanya efektif digunakan sebagai sarana perencanaan keuangan kalau yang ingin Anda beli memang tidak terlalu mendesak dan bisa fleksibel waktunya. Dan kalau mau lebih efektif lagi, saya sarankan agar ikut saja arisan barang yang memang sesuai dengan kebutuhan kita itu.
Tapi bagaimana dengan sisi negatifnya? Bagaimana dengan pendapat Tatiyana yang menganggap arisan tidak menguntungkan secara keuangan? Bukankah lebih baik
berinvestasi daripada ikut arisan?
Kalau kita lihat, pendapat Tatiyana memang ada benarnya juga. Arisan seringkali jadi ajang ngerumpi daripada pertemuan yang mempererat silaturrahim. Tapi dalam hal ini, saya rasa Anda sendiri yang bisa menilainya dengan memilih organisasi atau lingkungan yang baik untuk ikut arisan.
Dan kalau kita lihat dari segi keuangan, memang arisan tidak memiliki keuntungan, dalam arti uang yang kita tabungkan selama satu putaran sama saja dengan yang kita dapatkan. Bedanya adalah, kalau kita dapat di awal, kita seperti mendapatkan pinjaman yang bisa kita cicil pembayarannya tanpa bunga. Tapi kalau dapatnya di akhir, kita seperti menabung tanpa dapat bunga atau bagi hasil. Walaupun tidak ada keuntungan secara langsung dalam arti ada kelebihan dari uang yang kita tabung, tapi ada satu pelajaran berharga yang bisa petik disana. Yaitu pelajaran untuk bisa secara disiplin menabung. Dan pelajaran ini lebih penting dari keuntungan uang yang tidak seberapa.
Baru setelah Anda bisa menyisihkan uang dengan disiplin, maka arisan ini menjadi kalah menarik jika dibandingkan dengan investasi. Oleh karenanya, saya menyarankan agar Anda tidak mengandalkan arisan untuk belajar menabung lagi kalau memang sudah bisa menabung sendiri. Alihkan dana yang selama ini biasa disisihkan untuk ikut arisan menjadi setoran rutin investasi Anda.